🥂 Bagaimanakah Generasi Muda Memanfaatkan Peluang Tersebut

Padaartikel ini, kita akan bahas beberapa upaya untuk menghadapi globalisasi dalam memperkokoh kehidupan kebangsaan kita. Globalisasi membawa dampak positif dan negatif pada kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Pada setiap aspek yang terpengaruh oleh arus globalisasi, selalu memunculkan kedua dampak tersebut, baik secara positif maupun negatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana generasi milenial dalam memanfaatkan peluang dan menghadapi tantangan di era revolusi industri Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Dengan metode pengumpulan data menggunakan desk study. Berdasarkan data dari Asosiasi Penyelenggaraan Jasa Internet Indonesia APJII menunjukkan bahwa pengguna internet indonesia 196,71 juta dan penetrasi 91,7% adalah pengguna kaum milenial. Hal ini berarti mereka dapat membuka peluang besar untuk menciptakan bisnis ataupun usaha kereatif yang berbasis online. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa peluang yang bisa dimanfaatkan anak-anak milenial di era revolusi industri ini dengan menciptakan peluang usaha bisnis online dengan memanfaatkan teknologi sesuai dengan ketetapan hukum dan perundang-undang yang berlaku di Indonesia. Disamping itu mereka juga harus bisa menghadapi tantangan yang ada dengan bijak. Tantangan tersebut berupa masalah keamanan teknologi informasi dan juga masalah persaingan bisnis dengan skala global. To read the full-text of this research, you can request a copy directly from the has not been able to resolve any citations for this HamdanThe Industrial Revolution is a new technological advancement that integrates the physical, digital and biological world, where there is a fundamental change in the human’s way of life. With the rapid development of technology that has experienced breakthroughs in all disciplines, including in the field of artifical intelligence, nanotechnology, biotechnology, internet-based technology has an impact on human life that can increase the economic growth too. The impact of economic growth has increased in the industrial revolution where this can be seen from many business people and entrepreneurs who utilize the information technology, so that the basic principles of industrial design are known as the digital revolution because of the proliferation of computers and automation and connectivity in a field. With the Industrial Revolution there is an increasing influence in the economic sector, where the sector opens opportunities for entrepreneurship and MSMEs increase rapidly, thus giving an impact on entrepreneurship for economic RohidaPenelitian ini akan menjelaskan pengaruh era revolusi industri terhadap kompetensi sumber daya manusia. Sumber daya manusia yang dibutuhkan oleh industri saat ini adalah yang memiliki kompetensi dalam pemanfaatan teknologi digital. Kompetensi ini untuk mewujudkan pabrik cerdas smart factories, seperti salah satunya Internet of Things IoT. Era revolusi industri membuka kesempatan bagi sumber daya manusia SDM untuk memiliki keahlian yang sesuai dengan perkembangan teknologi terkini. Untuk itu, diperlukan pelaksanaan program peningkatan keterampilan up-skilling atau pembaruan keterampilan reskilling para sumber daya manusia berdasarkan kebutuhan dunia industri saat ini, salah satu yang kompetensi yang dibutuhkan adalah sumber daya manusia yang memiliki talent, dikarenakan talent menjadi kunci atau faktor penting untuk kesuksesan implementasi industri Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif partisipatoris, yang menekankan pada kedalaman hasil penelitian dimana peneliti terlibat langsung sebagai instrumen penelitian. Data diperleh mealui studi literatur, wawancara dan praktek langsung. Hasil dari Penelitian ini akan menjelaskan upaya didalam mempersiapkan dan memetakan kompetensi sumber daya manusia dalam era revolusi industri dalam menciptakan sumber daya manusia yang kompeten. Apalagi di era bonus demografi yang sudah di depan mata. Ini penting jika bangsa kita tetap ingin berdaya di zaman revolusi industri keempat yang serba otomatis, robotik, dan tentu teknologi termutakhir. Kata Kunci kompetensi; sumber daya manusia, upskill, reskillingPeran Pemuda Dalam Penciptaan Usaha EkonomiK DiE R A RevolusiI DiD PulauK. Di, E. R. A. Revolusi, I. Di, and D. Pulau, "Peran Pemuda Dalam Penciptaan Usaha Ekonomi," vol. 1, no. 1, pp. 7-13, Industri Merupakan Peluang Dan Tantangan Bisnis Bagi Generasi Milenial Di IndonesiaC SundariC. Sundari, "Revolusi Industri Merupakan Peluang Dan Tantangan Bisnis Bagi Generasi Milenial Di Indonesia," Pros. Semin. Nas. DAN CALL Pap., no. Fintech dan E-Commerce untuk Mendorong Pertumbuhan UMKM dan Industri Kreatif, pp. 555-563, Generasi Milenial Menjadi Young Entrepreneur Di Masa Pandemi Covid-19M P Violita Wahyu AprindaSariM. P. Violita Wahyu Aprinda Sari, Via Aningtyas Putri2, "Perspektif Generasi Milenial Menjadi Young Entrepreneur Di Masa Pandemi Covid-19," Pros. Natl. Semin. Accounting, Financ. Econ., vol. 1, no. 3, pp. 248-267, 2021, [Online]. Available Penyelenggara Jasa Internet IndonesiaAsosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia, "Laporan Survei Internet APJII 2019 -2020," Asos. Penyelenggara Jasa Internet Indones., vol. 2020, pp. 1-146, 2020, [Online]. Available AnatanL. Anatan, "Pada Pelaku Usaha Mikro Kecil Dan Menengah Umkm ," vol. 2020, pp. 25-31, Pro dan Kontra dari Peraturan Pemerintah Nomor 80 Tahun 2019 tentang Perdagangan Melalui Sistem ElektronikA K AshilaM. A. A. Y and A. K. Ashila, "Analisis Pro dan Kontra dari Peraturan Pemerintah Nomor 80 Tahun 2019 tentang Perdagangan Melalui Sistem Elektronik," no. 80, adalah seorang dosen dan Kepala Jurusan Manajemen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis IslamM NurbaitiNurbaiti, M. Kom adalah seorang dosen dan Kepala Jurusan Manajemen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN Sumatera Utara Medan. Penulis menempuh pendidikan S1 Jurusan Sistem Informasi di STT Harapan Medan pada tahun 2005, dan pada tahun 2012 penulis melanjutkan pendidikan S2 Jurusan Teknologi Informasi di Univeristas Putra Indonesai YPTK Padang, Sumatera Barat. KUCHING Yayasan Sarawak komited memainkan peranan dalam memastikan generasi muda mendapat peluang pekerjaan dalam bidang kemahiran. Pengarahnya, Mersal Abang Rosli berkata sekiranya belia tidak menceburi bidang teknikal dan vokasional seperti Kemahiran Penyediaan Perancah, manfaat tersebut akan terlepas ke tangan orang lain. "Justeru, jika orang tempatan tidak memanfaatkan sektor tersebut

Akibat dari pandemi banyak kegiatan yang ruang aktivitasnya terbatas karena harus menghindari interaksi secara langsung. Hal tersebut membuat banyak kebiasaan masyarakat berubah, termasuk dalam hal mendorong konsumen untuk mencari cara berbelanja yang baru, sehingga sektor bisnis juga harus ikut beradaptasi. Berbagai kegiatan saat ini dapat teratasi dengan menggunakan teknologi seperti penggunaan dalam hal internet. Setengah dari populasi dunia saat ini sudah terhubung dalam jaringan internet. Di Indonesia sendiri, sekitar 57 persen pengguna internet adalah generasi milenial. Generasi milenial saat ini menjadi generasi yang medominasi usia produktif. Sebagai generasi dengan populasi terbesar, generasi milenial akan memegang kendali atas roda pembangunan khususnya dibidang ekonomi. Ini terlihat dari aktivitas digital penduduk Indonesia yang cukup tinggi, terutama dalam hal belanja online. Kebiasaan dari generasi milenial yang kecanduan gadget tersebut memunculkan inovasi baru di sektor bisnis untuk memanfaatkan peluang pasar segi frekuensi belanja, Shopee menjadi e-commerce dengan frekuensi belanja tertinggi dibandingkan dengan e-commerce lainnya. 29% responden secara setidaknya satu kali tiap minggu berbelanja di Shopee. Berdasarkan usia, setengah atau 50% pembelanja online itu merupakan dari Generasi Milenial. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free Tema Perilaku pembelian Generasi milenialJudul PENGARUH PERILAKU KONSUMEN GENERASI MILENIAL PADA SHOPEEDI ERA PANDEMILATAR BELAKANGAkibat dari pandemi ini banyak kegiatan yang ruang aktivitasnya terbatas karena harusmenghindari interaksi secara langsung. Hal tersebut membuat banyak kebiasaan masyarakatberubah, termasuk dalam hal mendorong konsumen untuk mencari cara berbelanja yang baru,sehingga sektor bisnis juga harus ikut beradaptasi. Masuknya revolusi industri menjadi salahsatu acuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam melakukan kegiatan, termasukdalam hal bisnis. Berbagai kegiatan saat ini dapat teratasi dengan menggunakan teknologi sepertipenggunaan dalam hal internet. Setengah dari populasi dunia saat ini sudah terhubung dalam jaringan internet. Internetseperti sudah menjadi bagian integral dalam keseharian masyarakat. Di Indonesia sendiri, sekitar57 persen pengguna internet adalah generasi milenial. Generasi milenial saat ini menjadigenerasi yang medominasi usia produktif dan berperan besar pada era bonus demografi. Sebagaigenerasi dengan populasi terbesar, generasi milenial akan memegang kendali atas rodapembangunan khususnya dibidang ekonomi. Indonesia memiliki potensi besar untukmengembangkan ekonomi digital. Ini terlihat dari aktivitas digital penduduk Indonesia yangcukup tinggi, terutama dalam hal belanja dari generasi milenial yang kecanduan gadget tersebut memunculkan inovasibaru di sektor bisnis untuk memanfaatkan peluang pasar tersebut. Sektor bisnis telah mengalamiperkembangan yang dapat memudahkan para konsumennya untuk melakukan pembelian secaraonline, yang biasa kita kenal dengan perdagangan elektronik atau E-Commerce. Belanja daritoko online menjadi salah satu cara aternatif konsumen dalam melakukan konsumsi yang biasanya dilakukan secara langsung dengan mendatangi toko atau mall. Perilaku belanjakonsumen secara online mengalami peningkatan besar secara jumlah dan juga mengalamiperluasan jenis produk yang ketatnya persaingan E-Commerce di era pandemi ini, Shopee muncul denganmenyatakan dirinya sebagai pejuang belanja dari rumah dengan program kampanyenya yangdisebut ShopeeDariRumah. Shopee merupakan e-commerce paling populer dan paling seringdigunakan oleh konsumen. Generasi paling banyak membeli produk via online berasal dariYounger Milenial kemudian diikuti Older Milenial 62%. Artinya pembelian produkvia online rata - rata didominasi oleh generasi milenial. TINJAUAN PUSTAKATeori Konsumsi Pengertian perilaku konsumen menurut Kotler dan Keller 2008166, perilaku konsumenadalah studi tentang bagaimana individu, kelompok, dan organisasi memilih, membeli,menggunakan, dan bagaimana barang, jasa, ide, atau pengalaman untuk memuaskan kebutuhandan keinginan mereka. Perilaku pembelian pelanggan dipengaruhi oleh faktor budaya, sosial, danpribadi. Budaya adalah penentu mendasar dari keinginan dan perilaku seseorang; faktor sosialseperti kelompok referensi, keluarga, dan peran dan status sosial mempengaruhi perilakupembelian kita; dan faktor-faktor pribadi yang memengaruhi keputusan pembeli termasuk usiadan tahap dalam siklus kehidupan, pekerjaan dan keadaan ekonomi, kepribadian dan konsep diri,dan gaya hidup dan nilai-nilai Kotler & Keller, 2016.Teori perilaku konsumen yang lain dijelaskan oleh Shiffman, dkk dalam Tjiptono,2014, perilaku konsumen adalah perilaku yang diperhatikan konsumen dalam mencari,membeli, menggunakan, mengevaluasi dan mengabaikan produk jasa atau ide yang diharapkandapat memuaskan konsumen untuk dapat memuaskan kebutuhannya dengan mengkonsumsiproduk atau jasa yang pengertian diatas maka perilaku konsumen merupakan proses dan aktifitas saatseseorang melakukan kegiatan pencarian, pemilihan, pembelian, pemakaian dan pengevaluasianproduk atau jasa demi memenuhi keinginan dan kebutuhannya yang disebabkan oleh beberapafaktor. Perilaku konsumen merupakan berbagai hal-hal yang mendasari konsumen untukmembuat keputusan pembelian suatu produk atau milenialMenurut Ali dan Purwandi 2017 generasi milenial adalah generasi yang unik karenabanyak dipengaruhi oleh smartphone dan media sosial sehingga juga akan mempengaruhi polapikir dan tindakan. Generasi milenial yang erat dengan media teknologi sering disebut dengandigital native atau next generation, menurut Prensky, 2001. PEMBAHASANPerkembangan pengguna internet saat ini didominasi oleh generasi milenial. Indonesiadengan generasi milineal yang lahir pada tahun 1980-1999 Krbova & Tomas, 2015 menjadikangenerasi yang dekat dengan teknologi Constantinides, 2010; Lachman dan Deborah, 2013.Pesatnya perkembangan teknologi telah merubah perilaku pelanggan menjadi lebih mobile danberalih ke transaksi digital. Maulina & Hendriyani, 2019Sebagai digital native, generasi milenial menginginkan kemudahan dalam melakukaninteraksi yang mencakup transaksi jual beli di dalamnya. Hal tersebut dibuktikan dengan hasilriset yang dirilis Populix, kelompok masyarakat yang paling banyak berbelanja online adalahdari kategori usia milenial dan Generasi Z. Survei ini melibatkan responden di seluruhIndonesia. Usia 18-21 tahun dan 22-28 tahun memiliki angka tertinggi dalam aktivitas belanjaonline dengan masing-masing 35 persen dan 33 persen suara koresponden. Mayoritas konsumenbelanja online berdasarkan gender adalah wanita dengan jumlah mencapai 65 persen. Dari total 262 jut jiwa, sebanyak 143,26 orang diperkirakan telah menggunakan internet. Dariseluruh pengguna internet tersebut, sekitar 49 persen berasal dari kalangan generasi perilaku konsumen generasi ini dapat dilihat dari sisi positif dan negatifnya. Dari sisinegatif mereka cenderung lebih konsumtif. Hal ini salah satunya dipengaruhi oleh budaya digitaldan penggunaan internet. Dari beberapa kategori generasi, disebutkan bahwa kategori yangpaling konsumtif adalah generasi milenial yang merupakan first jobbers, atau orang-orang yangsaat ini berusia di awal 20-an dan baru memiliki pekerjaan untuk pertama kalinya. Hal inidisebabkan mereka baru saja mulai mendapat pendapatan sendiri, dan masih bisa menggunakanseluruh pendapatan tersebut untuk dirinya satu demografi yang paling berpotensi menguntungkan bagi banyak sektor bisnisadalah demografi generasi milennial. Dianggap sebagai salah satu bagian yang paling pahaminternet dari demografi sosial modern. Dengan memahami peningkatan demografi millennialsebagai mayoritas konsumen produk, pasar harus beradaptasi dengan demografi khusus itu, perilaku konsumen dari demografi millennial berbeda jika dibandingkan dengangenerasi sebelumnya. Terdapat jauh lebih banyak produk dan layanan yang dapat dinikmati olehgenerasi millennial dalam lingkungan ekonomi modern. Ini menghasilkan tingkat konsumsi yang lebih besar oleh generasi millennial yang sebelumnya tidak terlihat pada generasi survei baru-baru ini menunjukkan bahwa 60% generasi millennial lebih sukamenggunakan produk yang mencerminkan kepribadian mereka. media sosial menyediakanplatform bagi millennial untuk berbagi pengalaman mereka tentang beberapa produk yang telahmereka gunakan. Sehingga, orang lain dapat menilai kualitas produk-produk tersebut daripenggunanya secara langsung, hal ini meningkatkan kehati-hatian mereka dalam membeli danmemilih produk. Artinya pengaruh milenial sejalan dengan peningkatan penetrasi internet danakses melalui smartphone di Indonesia. Shopee sebagai salah satu e-commerce senantiasaberupaya untuk menciptakan konten yang secara khusus disesuaikan dengan masing - masingplatform untuk menjangkau konsumen melalui media sosial. Penggunaan media sosial sebagaialat komunikasi dua arah dengan pengguna Shopee, baik untuk menginformasikan inisiatif barudan merupakan salah satu upaya strategi komunikasi dengan para milenial sebagai digitalnatives. Shopee sungguh - sungguh dengan melibatkan hal-hal yang terdapat dalam pikiran parapenggunanya, yang mana mayoritas pengguna Shopee adalah generasi milenial. Shoppemerupakan salah satu situs belanja online yang berkembang di Indonesia yang telah berhasilmenarik konsumen Indonesia dalam satu tahun setelah pertama kali diluncurkan pada 2015Tribunbisnis, 2019. Keberhasilan Shopee sebagai penyedia layanan e-commerce denganawareness tertinggi, frekuensi pembelian tertinggi dan yang paling sering digunakan olehkonsumen Indonesia menunjukkan keberhasilan mereka berkomunikasi dengan efektif padapembelanja online di Indonesia. Dari segi frekuensi belanja, Shopee menjadi e-commercedengan frekuensi belanja tertinggi dibandingkan dengan e-commerce lainnya. 29% respondensecara rutin setidaknya satu kali tiap minggu berbelanja di Shopee. Berdasarkan usia, setengahatau 50% pembelanja online itu merupakan dari Generasi Milenial berusia antara 25-34 tahun.Aplikasi Shoppe menunjukkan bahwa terdapat kegunaan, interaktivitas, dan estetika padaperilaku pembelian online generasi milenial pada aplikasi Shoppe. Penelitian Constatinides2010 menjelaskan bahwa variabel kegunaan, interaktivitas, dan estetika berpengaruh padaperilaku pembelian secara online pada generasi data Shopee, terdapat beberapa perilaku belanja online dari para milenial1. Metode pembayaran paling favorit dilakukan melalui ATM/ Transfer bank2. Transaksi paling banyak dilakukan setiap hari Senin di tanggal muda 3. Waktu akses tertinggi terjadi pukul – WIB dan – WIB4. Jumlah live-chat meningkat 80% di jam aktif5. Top kategori didominasi fashion wanita, perawatan & kecantikan, dan fashion muslim6. Kategori paling meningkat antara lain tas pria, otomotif, dan elektronikLayanan e-commerce Shopee menyatakan dirinya sebagai “Pejuang Belanja Dari Rumah”dengan bentuk kampanye ShopeeDariRumah selama pandemi. Shopee juga mengikutsertakanpublik figure untuk mengkampanyekan program ini. Hal tersebut merupakan bentuk strategikomunikasi Shopee dengan pelanggan. Hasilnya, Shopee mengalami peningkatan transaksipenjualan di 2020 yang naik hingga 130% dibandingkan periode yang sama tahun lalu,peningkatan tersebut terdapat pada fashion sebesar 59%, untuk perawatan kecantikan sebesar54%, dan untuk aksessoris sebesar 48%. Shopee juga menjelaskan pihaknya merekam adanyaperubahan perilaku belanja online. Di masa pandemi, konsumen cenderung berbelanja kebutuhanpokok, seperti sembako dan terjadi lonjakan pembelian peralatan olahraga maupun hobi yangdapat dilakukan di rumah. Hal tersebut membuat Shopee lebih unggul dibanding e-commerceplatform lain. Direktur Shopee Indonesia Handhika Jahja menyatakan sepanjang Q2-2020 adasekitar 260 juta transaksi di platform Shopee. Rata-rata, per harinya adalah 2,8 juta transaksiyang dilakukan oleh pengguna Shopee. Hasil penelitian lain juga menunjukan motif dalampenggunaan aplikasi Shopee yaitu pada shopping dan relaxation. Interaksi yang terjadi mengacupada konsep mind, self, society adalah generasi milenial yang menggunakan transaksi Shopeeselama pandemi Covid-19 cenderung ke perilaku gaya hidup baru sebagai bentuk alternatifdalam kemudahan berbelanja untuk mengurangi resiko terinfeksi virus corona. Pandemi COVID-19 telah mendorong percepatan adopsi sistem digital dalam aktivitas berbelanja. Generasi yangsebelumnya telah bertransaksi melalui aplikasi digital pun meningkatkan intensitaspenggunaannya, sedangkan generasi yang sebelumnya belum terbiasa melakukan pembelianonline, kini mulai memanfaatkan aplikasi digital sebagai bentuk adaptasi di masa pandemi danjuga untuk memenuhi kebutuhannya. Masyarakat Indonesia lebih memilih untuk bertransaksisecara digital karena dinilai lebih aman dan efisien demi menerapkan kebijakan physicaldistancing, karena pelayanan e-commerce seperti Shopee ini tidak perlu untuk keluar rumahditengah pandemi seperti saat ini. Di samping itu, perkembangan infrastruktur internet juga dinilai sebagai faktor lainnya. Tak menutup kemungkinan profil pembelanja online akan berubahpada 10 tahun ke depan seiring dengan perkembangan teknologi yang akan semakin canggih. Dari data – data yang telah disebutkan diatas dapat membuktikan bahwa strategi komunikasipemasaran Shopee cukup berhasil untuk menarik semua segmen pasar, terlebih lagi padagenerasi milenial yang perilaku konsumsi mereka sangat berpengaruh terhadap mobilitas sektorbisnis perdagangan elektronik khususnya Shopee itu sendiri. Hal tersebut karena adanya faktorgaya hidup, kepraktisan dari layanan yang disediakan oleh pihak Shopee pun membuatkonsumen merasa semakin mudah dalam melakukan pembelian, dan kepercayaan yang tinggiterhadap e-commerce juga mempengaruhi perilaku konsumsi generasi milenial dalam melakukanpembelian menggunakan layanan e- commerce. Sehingga semakin tinggi tingkat keamanan yangdiberikan, semakin tinggi kepraktisan teknologi dari layanan e-commerce maka akanberpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumsi generasi milenial dalamberbelanja online. Hal ini sesuai dengan teori perilaku pembelian pelanggan menurut Kotler &Keller, 2016. DAFTAR PUSTAKABibliographMaulina, E., & Hendriyani, C. 2019. 7Ss McKinsey MODEL UNTUK MERESPONS PERILAKU PEMBELIAN PELANGGAN MILLENIAL PADA PT RABBANI HYPNO FASHION. AdBispreneur, 33, 219. ResearchGate has not been able to resolve any citations for this has not been able to resolve any references for this publication.

Salahsatu manfaat yang diberikan oleh bonus demografi yaitu, bisa merubah tingkat perekonomian di sebuah negara, dari negara berkembang menjadi negara maju. Hal tersebut bukanlah sesuatu yang tidak mungkin terjadi di Indonesia, mengingat saat ini saja jumlah penduduk usia produktif lebih banyak dibandingkan jumlah penduduk usia tidak produktif.

JELASKAN 4 upaya yang harus dilakukan oleh generasi muda agar dapat menekan dampak negatif yang ditimbulkan oleh perkembangan teknologi komunikasi! 1menggunakannya secara secukupnya2 mengisi waktu luang dengan hal positive3jangan menggantungkan segala kegiatan pada teknologi4lebih lah banyak berinteraksi sesama GenerasiMuda Diharap Manfaatkan Peluang Perkembangan Teknologi. "Adanya COVID-19 membuat pergeseran peradaban dengan sangat cepat, oleh karena itu kaum muda harus senantiasa memanfaatkan secara positif," kata Executive Editor Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo JAKARTA - Generasi muda atau millenial diminta memanfaatkan peluang usaha di tengah pandemi covid-19. Sebab, ada banyak usaha yang bisa dikerjakan sekarang ini sejalan dengan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar PSBB. Baca Khawatir Ganjil Genap Motor Hambat Ekonomi Warga, DPRD DKI Minta Penjelasan Kadishub Pekan Depan Demikian pernyataan ini disampaikan mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahudin Uno. “Teman-teman anak-anak muda milenial supaya mereka bisa nangkap nih peluang apa yang ada di balik pandemi ini. Meski dalam keadaan di rumah saja,” kata Sandiaga dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu 6/6/2020. Menurut mantan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia HIPMI ini, dalam kondisi wabah, kebutuhan ekonomi masyarakat akan berbasis kesehatan dan keselamatan serta kebutuhan olahraga dan juga makanan siap saji. Bagi Sandi, pandemi tidak boleh menjadi alasan untuk tidak produktif dan berhenti berkarya. Terlebih usaha-usaha terkait kebutuhan masyarakat tersebut bisa mulai dilakukan dari rumah dengan memanfaatkan teknologi yang ada. “Saya ingin mengingatkan bahwa walaupun kita work from home bukan berarti kita gak berhenti berkarya. Kita harus ngajarin produktif bukan hanya anak-anak kita yang sekolah dari rumah saja, tapi bagaimana kita bisa produktif dari rumah saja. Ini kesempatan kita, ini akselerasi kita ke era industri digital,” pungkas Sandi. Penggagas Rumah Siap Kerja ini menaruh perhatian khusus pada anak muda karena mayoritas populasi Indonesia adalah anak muda. Selain itu, berdasarkan data KADIN, sekitar lima juta dan menuju angka 8 juta orang-orang kehilangan pekerjaan, termasuk dari sejumlah UMKM yang terdampak pandemi ini mayoritas di antaranya digawangi milenial. “Millenial ini menjadi tulang punggung ekonomi kita. Ini, kan, generasi-generasi yang dahsyat karena sebelum pandemi ini mereka sudah digital needed dan milenial ini menjadi lini terakhir kita untuk di pandemi ini. Milenial juga ini menjadi tulang punggung di fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan,” ujarnya. Sandiaga kemudian bercerita bahwa dulu dirinya adalah seorang karyawan perusahaan dan hanyalah anak seorang guru. Kemudian, pada tahun 1997, terjadi krisis dan dirinya di-PHK dari tempantnya bekerja. Baca 5 Makanan yang Harus Dikonsumsi saat Musim Panas Tiba, di Antaranya Sayuran Berdaun Hijau “Sekitar 22 tahun lalu saya pikir itu musibah, saya di PHK waktu krisis tahun 1997. Itu membawa saya membuka usaha konsultan keuangan dan ternyata dari usaha yang dimulai dengan rekan saya dan melalui proses jatuh bangun, kita sekarang sudah menjadi salah satu perusahaan investasi aktif di Asia Tenggara dengan 30 ribu lapangan kerja,” cerita Sandi. Oleh karena demikian, pendiri PT Saratoga Investama Sedaya mengubah mindset dan mengambil hikmah di balik wabah corona serta memanfaatkan sebagai peluang untuk menciptakan lapangan kerja.

JakartaPusat, Info Publik Solok - Program Pemulihan Ekonomi Nasional terus dilanjutkan pada tahun 2022 dengan anggaran sebesar Rp455,62 triliun. Pemerintah akan mendorong PEN untuk front-loading pada awal tahun 2022. Kebijakan Insentif Fiskal dan Perlindungan Sosial juga telah dirancang untuk mengakselerasi momentum pemulihan ekonomi nasional di Kuartal I - 2022. Melalui APBN 2022, Pemerintah

Generasi milenial adalah generasi yang lahir pada rentang tahun 1980-an sampai dengan awal 2000-an. Generasi yang dikenal sebagai Generasi Y atau Gen Y ini identik dengan sesuatu yang serba instan dan praktis. Mereka juga memiliki karakter bebas, kreatif, dan suka mengespresikan diri. Karena itulah, peluang bisnis anak muda juga harus menyesuaikan dengan kondisi milenial yang instan, praktis, dan berhubungan dengan teknologi. Tidak hanya produknya yang praktis, peluang usaha yang menjanjikan bagi milenial, juga harus memberikan keuntungan yang instan alias cepat balik modal. Nah, sebelum kamu melakukan riset untuk mengetahui selera pasar dan mengembangkan ide-ide baru, ada baiknya kamu membaca sejumlah peluang usaha yang menjanjikan ini. Inilah peluang bisnis anak muda yang menjanjikan di era digital Inilah peluang bisnis anak muda yang menjanjikan di era digital Foto Shutterstock 1. Bisnis kuliner yang unik Dunia kuliner sangat menjanjikan keuntungan lumayan. Dengan menggabungkan menu yang unik, sehingga bisa viral, pengembangan bisnis makanan minuman bisa dilakukan dengan cepat. Namun untuk itu diperlukan ide-ide segar untuk sajian menunya. Kamu bisa mencontoh ide bisnis yang sudah muncul sebelumnya seperti produk minuman green tea, thai tea, sate taichan, minuman pudding dan mengemasnya dengan cara berbeda. Jangan takut untuk berkreasi dan berinovasi. Ditambah bantuan ride hailing seperti Gojek dan Grab, kamu bisa menjajakan makanan kamu dengan mudah tanpa mendirikan toko fisik. 2. Membuka kedai kopi atau kafe Bisnis kafe sudah menjamur di kota-kota besar, seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan lainnya. Bisnis kafe menjadi salah satu pilihan kaum milenial untuk memulai usaha karena prospek yang sangat menjanjikan. Dengan tambahan fasilitas seperti free wifi, snack, dan minuman yang enak, maka kafe kamu akan dijadikan tempat nongkrong anak muda. Agar pelanggan semakin betah, kamu perlu merancang desain interior dan eksterior yang unik dan menarik. Didesain kafe kamu se-intagramable mungkin, sehingga pengunjung tertarik melipir ke kafe kamu. Kalau juga perlu gandeng komunitas, untuk bisa membuat acara seperti music atau diskusi, sehingga kafe kamu akan semakin laris. Baca juga 5 Peluang Usaha Menjanjikan yang Bisa Kamu Geluti Tahun Ini 3. Bisnis jual beli online dan sosial media Tren toko online masih booming sampai saat ini. Dengan kehadiran media sosial medsos dan marketplace seperti Bukalapak dan Tokopedia, kamu tidak perlu mendirikan toko konvensional dan memiliki potensi pelanggan dari seluruh dunia. Pasar yang luas bisa kamu raih jika kamu bisa memanfaatkan digital marketing dengan baik. Tanpa harus membuka toko offline atau konvensional, kebutuhan modal yang kamu perlukan juga lebih sedikit. Selain untuk berjualan, kamu juga bisa menggunakan media sosial untuk bisnis pemasaran atau promo afiliasi. Bisnis ini meraup untung dari komisi si pemiliki produk. Misalnya, sebuah produk kamu pasarkan lewat media sosial, dan penjualan itulah kamu mendapatkan imbal hasil. Bisnis ini sangat cocok bagi selebgram, vlogger, dan blogger. 4. Jasa fotografi dan penanganan media sosial Jasa fotografi dan penanganan media sosial sebenarnya dua ranah yang berbeda. Namun, belakangan ini fotografi dan media sosial menjadi satu seiring dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan manusia untuk eksis. Dengan makin banyaknya orang yang ingin eksis dan narsis di sosial media, maka peran fotografi menjadi lebih penting. Kebanyakan generasi milenial hobi fotografi seiring kepopuleran Instagram sejak tahun 2011 silam. Oleh karena itu, ada potensi bisnis yang bisa kamu kerjakan, seperti memberikan pelatihan fotografi atau membangun tempat wisata yang instagramable. Nah, kamu bisa menggabungkan jasa fotografi tersebut dengan pengelolaan media sosial. Fotografi diperlukan untuk membuat konten yang menarik. Media sosial adalah lahan terbaik dan termurah untuk mengiklankan dan mempromosikan bisnis. Kamu bisa memulai jasa ini dari lingkup terdekat, contohnya menangani media sosial merek usaha milik teman. Baca juga Ini Dia 6 Peluang Usaha yang Sangat Menjanjikan di Era Instagram 5. Trading saham Bisnis yang cocok untuk generasi milenial adalah bisnis yang erat hubungannya dengan teknologi, termasuk trading saham. Hal yang dibutuhkan berupa koneksi internet, gadget, serta kemampuan analisa yang baik. Trading saham cukuplah menjanjikan walaupun risikonya juga cukup besar. 6. Web development dan blogger Nah, jika kamu memiliki kemampuan untuk membangun website dari nol sampai beres termasuk mengelolanya, kamu bisa memulai bisnis ini. Kamu juga bisa mengembangkan website kamu sesuai SEO sehingga akan semakin banyak yang datang ke situs. Jika sudah berkembang dengan jumlah pageview yang bagus, maka kamu bisa memasang iklan atau adsense di website tersebut. Jasa web development atau pengembangan situs marak seiring dengan semakin banyaknya perusahaan yang butuh branding lewat internet. Nah, kamu juga bisa mengabungkan pengembangan situs dengan dunia blogger. Dengan konten yang menarik maka blog kamu juga bisa menjadi sumber duit dan mempromosikan kemampuan kamu di internet. Angkat topik yang banyak diminati masyarakat sekaligus sesuai dengan minat kamu. Baca juga 7 Ide Bisnis yang Bakalan Laris Saat Masuk New Normal 7. Bisnis crafting Milenial saat ini sangat menyukai hal-hal yang berbau kreatif. Oleh karena itu jika kamu suka membuat kerajinan tangan seperti scrapbook, menyulam, membuat gelang, ataupun merangkai bunga, ada baiknya kamu mencoba bisnis ini. Keluarkan ide unik dan menarik kamu, kemudian pasarkan mulai dari kerabat terdekat ataupun pasarkan melalui online. 8. Fashion atau Food Stylist Jika yang menyukai bidang fashion dan memiliki kemampuan sebagai fashion stylist, maka kamu bisa menunjukan kemampuan dengan menjadi fashion stylist professional. Kamu bisa menjadi penata gaya daeri para desainer lokal untuk sesi pemotretan agar foto produknya semakin menarik. Atau kamu juga bisa menjadi food stylist. Peluang ini cukup besar karena penjualan makanan sekarang semakin bergairah. Kamu akan bertugas menata makanan agar terlihat menggiurkan ketika difoto sehingga saat digunakan untuk promosi bisa lebih mengiurkan. 9. Bisnis waralaba Ada banyak jenis warala yang saat ini ditawarkan. Tidak hanya waralaba makanan dan minuman, banyak juga tawaran waralaba berjenis jasa yang juga marak. Kamu bisa memilih waralaba seperti laundry, barber shop, hingga angkringan. Jangan lupa untuk selalu melakukan cek dan ricek sebelum membeli waralaba. Pastikan apakah modal kamu bisa kembali seperti dijanjikan, dan berapa lama keuntungan akan didapatkan. Kamu bisa memilih waralaba yang sedang trend dan menentukan sendiri berapa besar modal yang dimiliki. Dengan membeli waralaba, kamu akan mendapatkan support yang dibutuhkan, seperti training, sarana promosi hingga pasokan bahan baku. 10. Bisnis jual beli dan perantara jual barang-barang hypebeast Karena milenial sekarang identik dengan pola hidup konsumtif, maka kamu bisa memanfaatkan kecenderungan itu dengan menjual jasa jual beli barang-barang hypebeast. Tren ini terutama terjadi pada anak-anak milenial berkantong tebal yang tinggal di kota besar seperti Jakarta dan Surabaya. Mereka rela mengeluarkan uang puluhan juta rupiah buat beli outfit dan sneakers. Tidak heran mereka berani keluar uang lebih dari Rp 5 jutaan buat merek Air Jordan, Bathing Ape, Off White, Supreme, dan sebagainya. Kamu bisa memanfaatkan akun Instagram atau forum jual beli untuk membuka jasa perantara. Kamu bisa membeli barang-barang dari luar negeri untuk kemudian dijual kembali. Kamu juga bisa memanfaatkannya dengan membuka jasa laundry sepatu seiring dengan tren sneakers mahal yang lagi booming. Yuk berbisnis! Jawaban dengan membuat berbagai kerajinan yang menarik dan berkualitas dari bahan limbah keras dan melakukan pameran dengan semangat dan penuh itu mereka bisa mempromosikan produk nya sehingga bisa dijual dan menghasilkan uang misalnya berinspirasi untuk membuat celengan dari tempurung kelapa yang unik dan menarik Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Pertanian adalah sektor yang penting bagi siapapun, tidak dapat dipungkiri fakta tersebut bahwa kita sebagai mahluk hidup memerlukan pangan untuk bisa hidup. Kesadaran akan hal ini memang secara tidak langsung disadari oleh banyak orang, baik kalangan tua maupun muda. Namun kenyataanya realita bahwa petani dianggap sebagai pekerjaan yang sulit, atau dalam memakan tenaga yang banyak, kalau dalam bahasa inggris sering di deskripsikan dengan istilah "labour intensive". Dimana hal ini mengakibatkan banyak anak muda sekarang enggan menjadi seorang petani, atau bekerja pada sektor pertanian yang sering di generalisasi oleh masyarakat awam kedalam kategori pekerjaan seperti peternak, tukang kebun, dan sejenisnya. Namun seperti yang telah dikatakan bahwa pertanian merupakan sektor yang penting, terutama di negara kita Indonesia ini yang merupakan negara Agraria, yang memiliki makna bahwa Indonesia merupakan negara yang sangat kaya akan sumber daya alam. Julukan "Zamrud Khatulistiwa" yang diberikan kepada Indonesia bukanlah hanya imbuhan, atau pemanis tanpa bobot, namun julukan itu melambangkan Indonesia seperti halnya zamrud, berwarna hijau dan berkilau, dimana perumpamaan itu memiliki makna bahwa Indonesia merupakan negara asri, kaya akan sumber daya alam, dan unggul dari negara lain dalam hal realita yang dihadapi sekarang nampakya berbeda, dimana pemuda-pemudi Indonesia yang secara tidak langsung menyadari pentingnya sektor pangan atau pertanian, namun mereka enggan bekerja atau kurang memiliki minat untuk andil peran dalam sektor pertanian. Hal ini menimbulkan berbagai pertanyaan yang berlapis, seperti "Apa penyebab generasi muda kurang berminat untuk bekerja di bidang pertanian?", "Apa yang dapat dilakukan agar minat generasi muda dapat meningkat untuk bekerja di sektor pertanian?", "Apa pentingnya campur tangan generasi muda dalam sektor pertanian?", dan "Kelebihan apa yang diberikan dari keikutsertaan generasi muda dalam sektor pertanian?". Pertanyaan-pertanyaan ini dapat dijawab secara teori, seperti yang akan dibahas kurang tertariknya generasi muda dalam sektor pertanian dapat diidentifikasi kedalam beberapa faktor, Pertama yaitu dari faktor kurangnya edukasi mengenai potensi, dan kemungkinan bisnis yang dihadirkan oleh sektor pertanian. Anak muda zaman sekarang banyak memiliki ambisi ingin menjadi enterpreneur namun gagal untuk memahami sektor mana saja yang dapat mereka jadikan ladang pendapatan mereka, sektor pertanian dalam hal ini memiliki potensi yang besar, dimana banyak permintaan masyarakat lokal, dan juga internasional akan sumber daya alam lokal Indonesia. Kedua yaitu faktor kesenjangan sosial, dalam arti bahwa anak muda yang berada di kota, dan dihadirkan oleh pengaruh dari banyak budaya luar diakibatkan oleh globalisasi, mengakibatkan adanya anggapan yang salah mengenai pekerjaan layaknya petani, dan sejenisnya, hal ini dapat diatasi namun perlu adanya "pembugaran" sektor pertanian yang dapat lebih mudah dicerna dan diterima oleh kalangan muda agar lebih dapat diminati, dalam hal ini peran pemerintah sangatlah dapat berperan sebagai pengerak awal dalam upaya pembugaran sektor pertanian atau sering disebut "rebranding".Setelah kita mengidentifikasi penyebab tersebut, dapat dilihat bahwa upaya peningkatan minat generasi muda atas sektor pertanian harus dapat dikemas dan dilakukan dengan "rasa muda". 1 2 Lihat Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya Bagaimanakah generasi muda memanfaatkan peluang tersebut Jawab: dengan cara memperbanyak kerajinan yang tadinya belum ada - Temukanlah Hal-hal yang menggugah inspirasi mu Jawab:Hal yang menggugah inspirasi saya adalah bahwa dengan limbah keras, kita bisa membuat beragam produk bernilai ekonomi tinggi. .